ePsikologi | Media Belajar Ilmu Psikologi

Psikologi Keluarga: 4 Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Penerapannya

pengertian psikologi keluarga menurut para ahli, konsep dasar, fungsi, manfaat, dan ruang lingkupnya
No ratings yet.

Psikologi keluarga sebenarnya tidak memiliki definisi khusus dan ini pun sebenarnya adalah gabungan dari psikologi dan keluarga saja.

Psikologi berkaitan dengan interaksi atau menjalin hubungan antara orang lain secara sosial yang tentunya dengan memperhatikan pola perilaku. Lalu, bagaimana penerapan ilmu psikologi keluarga?

Pengertian Psikologi Keluarga Menurut Para Ahli

Untuk pengertian sendiri, psikologi memiliki arti keilmuan yang mempelajari tentang jiwa. Sedangkan keluarga adalah sekelompok orang yang memiliki hubungan darah antara satu sama lain.

Menurut Hill, psikologi keluarga adalah suatu rumah tangga dengan hubungan darah atau perkawinan sebagai tempat diselenggarakannya fungsi ekspresif keluarga bagi individu ke individu yang ada di dalamnya.

Sedangkan menurut Burgess dan Locke, pengertian psikologi keluarga merupakan sekelompok individu yang terikat oleh perkawinan atau darah dengan struktur ayah, ibu, anak perempuan, anak laki-laki dan lain sebagainya serta memiliki kebudayaan yang dipertahankan.

Nah, dari kedua definisi tersebut, bisa disimpulkan bahwa definisi psikologi keluarga adalah suatu keilmuan yang mempelajari tentang kejiwaan dalam interaksi individu-individu dalam sebuah jaringan ikatan darah atau perkawinan yang diartikan juga sebagai keilmuan yang mempelajari kejiwaan dalam keluarga.

Konsep Dasar Psikologi Keluarga

konsep dasar psikologi keluarga

Ilmu psikologi keluarga merupakan pemahaman mengenai pola atau interaksi sosial di dalam keluarga. Keluarga sendiri terdiri dari beberapa individu yang bisa diisi dari dua generasi, tiga generasi, empat generasi atau bahkan lebih. Untuk memahami semua itu, konsep dasar ilmu psikologi keluarga diantaranya, yaitu:

1. Peranan Ayah dalam Konsep Dasar Psikologi Keluarga

Ayah sebagai suami dari istri dan anak anak-anak berperan mencari nafkah, pendidik, pelindung, sebagai pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga dan sebagai anggota dari kelompok sosialnya.

Ia juga sebagai anggota masyarakat di lingkungannya.

2. Peranan Ibu dalam Konsep Dasar Psikologi Keluarga

Sedangkan ibu memiliki peran sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu memiliki peranan mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak, pelindung dan sebagai salah satu anggota kelompok dari peranan sosialnya sebagai anggota masyarakat di lingkungannya.

Ia juga sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarga.

3. Peranan Anak dalam Konsep Dasar Psikologi Keluarga

Anak memiliki peran melaksanakan peranan psikologi sosial sesuai dengan perkembangannya.

Baik itu berdasarkan perkembangan fisik, mental, sosial hingga perkembangan spiritual anak tersebut.

Fungsi-fungsi Psikologi Keluarga

fungsi psikologi keluarga

Sebelum mengenal dan mempelajari lebih dalam tentang ilmu psikologi keluarga, maka Anda wajib mengetahui beberapa pemahanan psikologi dalam keluarga terkait fungsi keluarga seperti yang di ungkapkan oleh psikolog, tokoh dan ahli psikologi Abjan Soelaeman tahun 1994 yang diantaranya, yaitu:

1. Fungsi Edukatif

Fungsi edukatif dalam psikologi keluarga yang satu ini mencakup pendidikan anggota keluarga dan pembinaan oleh anggota keluarga yang lain.

Sebab, keluarga merupakan lingkungan pendidikan sebagai bagian dari pembelajaran pertama dari individu yang ada di dalamnya. Pendidikan di keluarga ini dimulai sejak dini hingga dewasa.

Baca: Psikologi Pendidikan: 5 Pengertian, Sejarah, Teori dan Manfaatnya

2. Fungsi Sosialisasi

Selain itu, keluarga juga memiliki fungsi sosialisasi yang maksudnya adalah ruang memperkenalkan anak pada lingkungan sosial yang lebih besar.

Keluarga harus mengajarkan bagaimana menjadi masyarakat yang baik dan proses interaksi sosial dengan orang di sekitar dengan cara menyapa, menghormati orang yang lebih tua, sopan santun dan lainnya.

3. Fungsi Perlindungan

Ada juga fungsi perlindungan. Fungsi ini menempatkan keluarga sebagai pelindung anggota keluarga dari tindakan tak baik dan norma yang menyimpang.

Keluarga memiliki peran melindungi anggotanya dari segala ancaman bahaya maupun kemungkinan buruk lain.

4. Fungsi Afeksi

Fungsi lainnya adalah afeksi. Anda harus ingat bahwa anak sangat peka. Mereka akan mengamati ekspresi, gaya interaksi, perilaku dan emosi orang tua dalam berkomunikasi dengan mereka.

Rasa cinta, kehangatan, dan lainnya akan mencerminkan bagaimana pertumbuhan keluarga.

5. Fungsi Religius

Selain itu, ada juga fungsi religius. Fungsi ini menempatkan keluarga sebagai tempat pertama yang memperkenalkan budaya agama pada anak.

Keluarga akan mengajarkan budaya beragama dan kaidah ajaran yang baik pada anak sebagai umat beragama yang baik.

6. Fungsi Ekonomi

Lalu ada fungsi ekonomi. Sistem ekonomi ini dibutuhkan keluarga untuk memenuhi setiap kebutuhan anggota keluarganya.

Fungsi ini jugalah yang berperan dalam menambah rasa tanggung jawab, saling mengerti dan solidaritas serta keterkaitan antar keluarga.

7. Fungsi Rekreasi

Selanjutnya ada fungsi rekreasi yang mana ia adalah tempat melepaskan penat anggota keluarga dari hiruk pikuk aktivitas di luar rumah.

Keluarga juga merupakan tempat terbaik untuk menghilangkan stres dan kebahagiaan bisa diciptakan dengan kondisi rumah yang penuh dengan kasih sayang.

8. Fungsi Biologis

Keluarga juga memiliki fungsi biologis yang mana ia merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan fisiologis setiap anggotanya.

Kebutuhan yang dimaksud adalah makan, kelelahan, kesehatan dan lainnya.

Perspektif Psikologi Keluarga

perspektif psikologi keluarga

Sedangkan dari sudut perspektif, psikologi keluarga dipandang memiliki banyak pengaruh untuk keluarga maupun individunya. Pertama, ilmu ini menggabungkan antara psikologi dengan ilmu tentang keluarga yang mana ia akan mempengaruhi setiap anggotanya secara psikologis. Selain itu, ilmu ini juga dikenal sebagai bentuk intervensi psikologi dengan target keluarga.

Maksudnya adalah kebersamaan antar anggota keluarga bisa jadi terapi penyemangat dan lainnya. Lalu, keluarga sejak lama memang sudah dipandang sebagai tempat di mana individu mendapatkan pendidikan pertama, pengalaman interaksi dan lainnya. Keluarga juga akan sangat mempengaruhi seorang individu sehingga menjadi individu yang kuat.

Ilmu psikologi tentang keluarga ini juga memberikan pemahaman bahwa keluarga merupakan sistem di mana setiap individu terlibat di dalamnya. Setiap anggota keluarga memiliki tujuan pencapaian yang ditujukan dengan cara berpikir sistem yang diperhitungkan masing-masing individu di dalamnya.

Selain itu, ilmu ini juga mengedepankan sistem keluarga untuk bisa mengalami perubahan apabila satu individu berubah. Ada banyak terapi keluarga yang menarik untuk dilakukan, Ini juga salah satu perspektif dalam keluarga dalam ilmu psikologi keluarga. Ingat, psikologi ini sangat luas sehingga bisa dijadikan terapi yang baik pula.

Ruang Lingkup Psikologi Keluarga

Lalu, apa saja ruang lingkup dalam psikologi keluarga? Untuk ruang lingkupnya sebenarnya sederhana saja dan diantaranya yaitu:

  1. Manajemen rumah tangga.
  2. Komunikasi antar anggota keluarga.
  3. Pengembangan potensi dalam keluarga.
  4. Strategi mengatasi permasalahan keluarga.
  5. Penyelesaian masalah.
  6. Tanggung jawab anggota keluarga itu sendiri.

Manfaat Psikologi Keluarga

Apa manfaat mempelajari dan mendalami ilmu psikologi keluarga? Cukup banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan ilmu keluarga ini yang diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Bekal untuk mengendalikan.
  2. Memprediksi dan memahami perilaku anggota keluarga.
  3. Mempermudah interaksi dengan anggota keluarga agar lebih memahami.
  4. Memahami keinginan atau karakteristik masing-masing anggota keluarga dengan baik.
  5. Memahami pendapat dan perbedaan yang ada sebagai proses memberikan dukungan.
  6. Mempengaruhi perilaku atau pola pikir anggota keluarga dengan memberikan sudut pandang yang lebih positif.

Penyelesaian Konflik Keluarga dengan Psikologi Keluarga

penyelesaian konflik dengan psikologi keluarga

Dalam hubungan keluarga, hal yang pasti terjadi adalah adanya konflik di dalamnya. Konflik ini memiliki definisi pertentangan yang cukup keras dan terjadi karena adanya komunikasi yang tidak efektif antara beberapa pihak. Untuk penyelesaiannya, bisa menerapkan ilmu psikologi keluarga dan diantaranya, yaitu:

1. Cari Penyebab dengan Gunakan Psikologi Keluarga

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan konflik adalah dengan mencari penyebabnya lebih dulu. Konflik dalam keluarga biasanya terjadi karena keterbatasan kemampuan diri untuk menyesuaikan diri, mengatasi masalah, dorongan emosional yang terlalu tinggi dan lainnya.

Biasanya, penyebab konflik pada keluarga adalah anak. Gase anak adalah fase paling berisiko terjadi konflik dalam keluarga di mana anak mulai merasa tak nyaman dengan aturan di rumah, terbawa arus teman dan lainnya. Konflik ini cukup krusial apabila orang tua tak bisa memahami dan menyelesaikan masalah dan dapat berakibat negatif.

2. Penyelesaian Masalah dengan Psikologi Keluarga

Jika penyebab sudah diketahui, tinggal penyelesaian saja. Penyelesaian konflik bisa dilakukan orang tua menggunakan fungsi keluarga itu sendiri yakni melindungi, berkomunikasi, berkompromi, mengalah dan mengantisipasi setiap respon yang terjadi.

Penyelesaian konflik ini haruslah konstruktif sehingga bisa berdampak positif bagi anggota keluarga. Seberat apapun konflik dalam keluarga, tempat terakhir yang dituju tetap saja keluarga? Berikan rasa nyaman dan cinta pada setiap anggota keluarga. Hal ini akan mengalahkan permasalahan dan rasa amarah yang ada.

Dengan begitu, hubungan yang baik akan bisa dijalin secara konstruktif lagi. Berbeda ceritanya bila penyelesaian masalah dilakukan dengan cara destruktif. Dampak yang ditimbulkan malah akan negatif dan ini berpengaruh pada pertumbuhan anak terkait perilaku gaya bicara, cara berpikir dan bersikap dan lainnya.

Psikologi dalam penyelesaian masalah di sini memiliki fungsi agar orang tua bisa memahami, lebih bisa berpikir dan berperilaku tenang dalam menghadapi konflik. Selain itu, orang tua juga harus berperan menimbang atau memprediksi dampak buruk yang bisa saja terjadi bila hal ini tak dapat diselesaikan.

Strategi Mengurangi Konflik dengan Psikologi Keluarga

strategi mengurangi konflik dengan psikologi keluarga

Untuk mengurangi konflik yang terjadi, Anda bisa melakukan beberapa cara. Pertama, Anda bisa menerapkan aturan dasar mengenai penyelesaian masalah di rumah semisal dilarang berkata kasar atau mengumpat, tetap menghargai orang yang lebih tua dan tetap santun. Selain itu, buatlah anggota keluarga saling mengerti dan memahami.

Kedua belah pihak harus bisa saling mendengarkan keluhan dan perasaan masing-masing. Pendapat yang diutarakan juga perlu terbuka dan tidak ada yang disembunyikan agar lebih jelas. Cara lainnya adalah tetap berpikir positif. Misalnya terjadi konflik antara orang tua dan anak.

Orang tua yang memiliki pengalaman hidup lebih banyak ada baiknya mencoba mengolah cara berpikir dan menempatkan diri seolah Anda adalah si anak. Dengan begitu, Anda bisa mengerti apa yang dirasakan anak. Hal ini tentunya bisa membuka pandangan baru yang lebih luas untuk anak juga.

Proses ini disebut juga dengan nama Brainstorming. Orang tua bisa bercerita tentang pengalaman yang tak ada hubungannya dengan konflik yang sedang terjadi dan berikan waktu pada anak untuk menelusuri konflik dari berbagai sudut pandang dan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

Jika sudah, capailah kesepakatan. Setiap hasil pemikiran yang terjadi, tak boleh diambil semuanya, pilih salah satu yang dianggap paling baik untuk kedua belah pihak agar konflik bisa selesai. Bila sudah, catatlah persetujuan tersebut dan yakinkan anak bahwa itu harus dilakukan kembali bila terjadi konflik yang sama atau konflik lainnya.

Baca:

Dalam hubungan keluarga, orang tua adalah yang paling bertanggung jawab dan memegang peranan paling besar. Namun, bukan berarti anak bisa seenaknya saja bertingkah laku. Ada aturan yang harus mereka ikuti dan itu bisa diterapkan dengan adanya psikologi tentang keluarga ini. Dengan menerapkan pemahaman ilmu psikologi keluarga ini semoga setiap konflik di kemudian hari lekas selesai.

Yuk Berikan Rating

ePsikologi Digital Education

ePsikologi.com adalah situs belajar psikologi terpercaya dan media edukasi belajar ilmu psikologi, konsultasi psikologi, pendidikan psikologi, materi kuliah psikologi, dan informasi pendidikan umum secara online.

Paling Disukai

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed