ePsikologi | Media Belajar Ilmu Psikologi

8 Ucapan Orangtua yang Mempengaruhi Psikologis Anak

ucapan orangtua yang mempengaruhi psikologis anak
ucapan orangtua yang mempengaruhi psikologis anak yang harus dihindari

Disaat orangtua kesal kepada Anak, mungkin akan ada segala cara untuk memberi pelajaran kepada anak. Namun, ucapan-ucapan orangtua yang mempengaruhi psikologis anak pada artikel ini seringkali terjadi.

Berdasarkan hasil bincang-bincang kami pada beberapa Ayah serta Bunda, ada minimal 7 kalimat yang terkadang terlontar tidak sengaja terucap pada si Buah Hati terkasih.

Tetapi membuat kita benar-benar menyesal sudah menyatakannya kepada mereka.

Baca juga: Perilaku Orangtua yang Mengganggu Psikologi Anak

Ucapan Orangtua yang Mempengaruhi Psikologis Anak

ucapan orangtua yang mempengaruhi psikologis anak
ucapan orangtua yang mempengaruhi psikologis anak

Nyatanya, kalimat-kalimat tersebut bukan hanya saja tidak enak didengar, namun juga berpengaruh buruk pada perkembangan psikologis anak. Nah, Perkataan apakah sajakah itu?

1. Mengapa sih Anak Bunda Seperti ini?

Seringkah Anda menyatakan hal tersebut saat sedang kesal serta jengkel pada anak kita?

Perkataan itu sering terlontar tanpa kita sadari, tetapi besar sekali efeknya bagi perkembangan psikologis anak kita.

Anak yang telah bisa berpikir gawat akan berpikir jika kita menyesal sudah mempunyai anak seperti dirinya.

Dia akan merasakan tidak diterima secara baik, serta tidak di cintai apa adanya. Padahal sebenarnya kita tidak bermaksud seperti itu, bukan?

2. Membanding-bandingkan Dengan Anak Lain

Hal ini sering kita lakukan, entah memperbandingkan si Adik dengan si Kakak, atau dengan rekan bermainnya. Hal ini dianggap remeh, namun bisa menurunkan rasa percaya diri anak.

Dia akan merasakan bahwa dirinya jelek serta tidak sebagus beberapa orang lain di sekelilingnya.

Bunda, rasa percaya diri ialah modal penting untuk perkembangan pskologis anak di masa depan, hingga mengantarkan dirinya pada keberhasilan di masa depan.

Baca juga: Psikologi Anak

Cobalah untuk hentikan rutinitas memperbandingkan mereka dengan anak lain, serta sampaikan hal ini pada pasangan Anda.

3. Menjelaskan Dirinya Bodoh

Meskipun cuma bercanda, jangan mengatakan bahwa dia bodoh. Beberapa anak seperti wadah kosong yang siap terima apa pun jadi didalamnya.

Apa yang Anda sebutkan padanya, itu yang dia terima serta tertanam di pikirannya. Dia akan berpikir jika dirinya bodoh serta tidak sepandai orang lain.

Pakailah beberapa kata positif, supaya dia juga memiliki pribadi yang positif di masa mendatang.

4. Jangan seperti Ayah ya…

Orang tua, khususnya bunda, jika Anda sedang jengkel dengan suami, jangan terikut sampai menjelaskan hal tersebut pada si Kecil. Kenapa?

Ayah dan ibu ialah contoh mereka. Serta orang-tua ialah rekan pertama di kehidupan mereka.

Jika Anda menjelaskan “Kamu jangan seperti Ayah ya,” dia akan kehilangan keyakinan pada figur ayahnya.

Sebaliknya, ayah jangan lakukan hal yang sama tentang menjelekkan ibu di depan si Kecil.

5. Ini Bukanlah Masalah Anak Kecil

Beberapa anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar sekali. Tetapi, hindarilah kalimat itu jika Anda tidak mau si Kecil tahu hal yang belum wajar dia ketahui.

Terangkan secara pintar tanpa ada mengutamakan jika mereka masih kecil.

Tahukah Anda, rata-rata anak kecil benar-benar ingin jadi besar, alias seperti orang dewasa!

Biarkanlah mereka merasakan dirinya telah semakin besar, serta ini akan mempermudah kita untuk mengajari rasa tanggung jawab kepada mereka.

6. Kelak Ayah/Ibu Tidak Sayang, Ya!

Semua kalimat intimidasi tidak baik untuk mereka, ditambah lagi meneror tidak sayang kepada mereka.

Mereka bisa mengingat kalimat ini hingga dewasa, meskipun sekarang masih balita.

Selain itu, kita pasti ingin mereka berperilaku baik tanpa ada dikarenakan oleh rasa takut kan?

Baca juga: Teori Psikologi Keluarga

7. Membentak anak jika dia jatuh

Mungkin Anda bukan salah satunya orang-tua yang membentak anak saat mereka jatuh, tetapi sebenarnya ada banyak orang-tua yang menlakukannya.

Meskipun dia jatuh sebab tidak dengar peringatan Anda untuk tidak berlari-lari, gunakan kalimat lain untuk menyadarkan kelalaiannya.

Ketika dia terjatuh, yang dia perlukan pertama-tama ialah empati dari Anda.

Fokuskan terlebih dahulu pada cedera atau sakit yang dia alami, kemudian, Anda bisa memperingatkannya untuk lebih waspada serta mendengarkan perintah Anda.

8. Tidak Ada Salahnya Minta Maaf Pada Anak

Orang Tua, banyak antara kita yang malas mengucapkan maaf pada anak.

Lakukan jika memang Anda bersalah, serta mereka akan mencontoh Anda di masa mendatang.

Kita pasti ingin mereka tumbuh jadi anak yang mempunyai keterampilan sosial yang baik kan?

Menjadi orang tua benar-benar tidak gampang. Kitalah yang menjadi contoh untuk beberapa anak kita.

Baca juga: Psikologi Keluarga

Perkataan kita benar-benar memengaruhi perkembangan psikologis beberapa anak kita. Silahkan bagikan artikel ini kepada orang tua yang lain, supaya beberapa anak kita tumbuh jadi pribadi-pribadi yang mengagumkan di masa depan.

ePsikologi Digital Education

ePsikologi.com adalah situs belajar psikologi terpercaya dan media edukasi belajar ilmu psikologi, konsultasi psikologi, pendidikan psikologi, materi kuliah psikologi, dan informasi pendidikan umum secara online.