ePsikologi | Media Belajar Ilmu Psikologi

7 Perilaku Orangtua yang Bisa Mengganggu Psikologi Anak

perilaku orangtua yang mengganggu psikologi anak
perilaku orangtua yang mengganggu psikologi anak

Lingkungan penting yang membentuk kepribadian seseorang ialah keluarga, jangan sampai deretan perilaku orangtua yang mengganggu psikologi anak pada artikel ini terus berlanjut.

Oleh karena itu, pola mengasuh anak oleh orangtua benar-benar punya pengaruh pada perubahan anak serta membentuk kepribadian hingga mereka hingga tumbuh dewasa.

Tetapi, banyak orang tua tidak acuh pada efek yang berlangsung jika tingkah laku atau pengucapan mereka bisa menyakiti hati sang buah hati serta membuat merasakan tertekan.

Perilaku Orangtua yang Mengganggu Psikologi Anak

perilaku orangtua yang mengganggu psikologi anak
perilaku orangtua yang mengganggu psikologi anak

Berikut ini ialah 5 tingkah laku atau perilaku orangtua yang mengganggu psikologis anak hingga tumbuh dewasa:

1. Suka Membandingkan dengan Anak Orang Lain

“Kalau anak saya yang pertama benar-benar pemalu serta seringkali sakit-sakitan. Berlainan dengan adiknya, ia berani serta fisiknya benar-benar kuat.”

Tanpa disadari, masih ada beberapa orang tua yang seringkali memperbandingkan anaknya dengan anak orang lain atau dengan saudara kandungnya sendiri, entah kakak atau adiknya.

Semestinya hentikan rutinitas ini sebab si anak akan merasa lemah serta kurang percaya diri.

Pikirkan perasaan anak bila ia dengar Anda selalu melakukan hal ini, mungkin ia akan membenci orang yang dijadikan pembandingnya.

2. Seringkali Menyepelekan Kemampuan

Pembagian rapor sekolah sudah datang serta anak Anda telah berupaya belajar dengan maksimal, tapi perolehan hasilnya belum memberi kepuasan pada Anda.

Lalu, selama jalan Anda menggerutu serta memberikan nasehat si anak untuk belajar lebih giat tanpa ada memuji pada upayanya.

Jangan lakukan hal ini pada anak Anda, sebab ia akan merasa tidak dihargai.

Bagaimanapun, Anda harus menghormati upayanya serta menemukan jalan keluar yang bijak untuk anak.

3. Seringkali Membentak Anak

Semestinya Anda belajar untuk mengatur emosi saat anak lakukan kekeliruan. Waktu beberapa anak ialah proses belajar untuk pahami mana yang salah dan benar.

Bila anak melakukan kesalahan, jangan langsung membentaknya. Ini bisa menyakiti hati sang buah hati serta membuat menangis. Ingat, mereka benar-benar peka.

Semestinya, tegurlah si anak dengan lembut serta jangan malas untuk memberi tahu kesalahannya sembari memberikan langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahannya tersebut.

Baca juga: Teori Psikologi Keluarga

4. Berteriak atau Memarahi Sambil Membentak

perilaku orangtua yang menganggu psikologi anak
perilaku orangtua yang bisa menganggu psikologi anak

Bila Anda tidak inginkan anak tumbuh menjadi anak yang kasar serta menentang, jangan lakukan hal ini.

Anak seringkali memjadikan orangtua sebagai profil atau panutan terbaik yang ia contoh. Berhentilah lakukan hal ini sebab tidak hanya bisa menyakiti hati anak yang lembut.

Hal ini juga dapat merubah kepribadian anak jadi kasar serta tidak sopan saat bicara pada orang lain.

Baca juga:

5. Melakukan Tindakan Kasar Kepada Anak

Tidak hanya verbal, seringkali orangtua memberi hukuman anak dengan menyakiti fisiknya. Contohnya, memukul, mencubit, menjewer, atau mengeplak kepala anak.

Ketika Anda melakukan hal tersebut, sadarlah jika anak tidak cuma merasakan sakit dengan fisik, namun juga secara psikologis.

Jangan dibiarkan anak tumbuh dalam ketakutan pada orang tuanya sebab ia akan merasakan tidak nyaman.

Serta tertekan hingga seringkali juga kita dengar berita mengenai anak yang kabur dari rumah sebab perilaku kejam orangtua.

6. Mengatakan Anak Bodoh

Meskipun cuma bercanda, jangan mengatakan si anak bodoh. Beberapa anak seperti wadah kosong yang siap terima apapun jadi di dalamnya.

Apa yang Anda sebutkan padanya, itu yang dia terima serta tertanam dipikirannya. Dia akan berpikir jika dirinya bodoh serta tidak sepandai orang lain.

Pakailah beberapa kata positif, supaya dia juga mempunyai pribadi yang positif di masa depan.

7. Berkata Kasar Kepada Anak

Beberapa anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar sekali hingga membuat emosi orangtua naik hingga berkata kasar.

Tetapi, hindarilah kalimat itu jika Anda tidak mau si Kecil tahu hal yang belum wajar dia tahu.

Terangkan secara jelas tanpa ada mengutamakan jika mereka masih kecil. Tahukah Anda, rata-rata anak kecil benar-benar ingin jadi besar, alias seperti orang dewasa.

Biarlah mereka merasakan dianya telah semakin besar, serta ini akan mempermudah kita untuk mengajari rasa tanggung jawab kepada mereka.

Menjadi orangtua dalam sebuah keluarga, Anda pasti harus bisa membedakan aksi yang tegas serta kasar dalam menghadapi anak.

Tegas bermakna lebih fokus pada beberapa hal yang positif serta mendidik anak untuk belajar lebih baik.

Baca juga: Psikologi Keluarga

Sedangkan aksi kasar cuma akan membuat anak jadi trauma serta takut untuk mengambil langkah mengarah yang lebih baik.

ePsikologi Digital Education

ePsikologi.com adalah situs belajar psikologi terpercaya dan media edukasi belajar ilmu psikologi, konsultasi psikologi, pendidikan psikologi, materi kuliah psikologi, dan informasi pendidikan umum secara online.