7 Cara Menghadapi Stres Yang Berkepanjangan

Juli Andriyani, dalam jurnalnya yang berjudul Strategi Coping Stres Dalam Mengatasi Problema Psikologismenyimpulkan bahwa:

Stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan.

Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri, atau dari luar.

Sumber timbulnya stres dapat berasal dari faktor internal dan eksternal.

Stres internal merupakan jenis stres yang paling umum dan bersumber dari dalam diri sendiri.

Sedangkan stres eksternal sumbernya berasal dari lingkungan sekitar, yang mencakup rasa trauma, pengalaman hidup, atau masalah sehari-hari.

Stres dalam jangka pendek dan mudah ditangani disebut dengan stres akut. Sedangkan disebut stres kronis jika berlangsung lama dan berdampak kepada ksehatan jika tidak ditangani.

Saat kamu stress biasanya akan menunjukkan gejala emosi berupa suasana hati yang berubah-ubah, mudah marah, sulit berkonsentrasi, bingung, sering lupa, dan menghindari orang.

Nah, berikut ini epsikologi akan membahas tentang cara menghadapi stres yang berlarut – larut.

7 Cara Menghadapi Stres Yang Berlarut – Larut

1. Fokus Pada Kondisi Saat Ini

Performa fokus tertinggi seseorang berada pada kondisi state of flow, yaitu ketika seseorang berada dalam keadaan dapat 100 persen fokus dengan apa yang dikerjakan tanpa terganggu atau teralihkan oleh hal lain di sekitarnya.

Kondisi state of flow ini hanya bisa didapatkan jika kita berada di titik tengah antara emosi stress yang tidak terlalu rendah tetapi tidak juga terlalu tinggi.

Kondisi stress yang terlalu rendah terjadi saat berada dalam kondisi state of disengage atau kekurangan motivasi.

Mungkin karena kegiatan yang terlalu membosankan atau kegiatan sehari-hari tidak memiliki arti yang mendalam.

Contoh:

Ketika kamu duduk di depan meja komputer atau sedang bekerja dan dengan mudah terganggu oleh distraksi yang menghambat pekerjaan. Seperti dengan teman, bermain media sosial dan lain sebagainya.

Saat itu terjadi, kamu sedang tidak berada pada kesadaran penuh.

Kamu perlu kembali terhubung dengan diri sendiri dengan mencari tujuan yang kuat dan alasan mengapa bersedia menyelesaikan pekerjaan yang dikerjakan.

2. Beristirahat Sejenak

Ambillah waktu sejenak untuk tidur dan beristirahat yang cukup karena bisa menjadi salah satu cara menghilangkan stres.

Kurang tidur bisa mengacaukan mood serta kinerja otak.

Saat kamu kurang tidur dan secara bersamaan mengalami tekanan psikologis, tubuh akan semakin kewalahan untuk mempertahankan diri terhadap serangan penyakit.

Selain itu lakukanlah kegiatan apa yang membuat rileks dan bahagia. Misalnya membaca buku, menikmati segelas kopi hangat, atau sekedar tidur siang.

Belajarlah untuk relaksasi karena diyakini dapat menjadi salah satu cara menghilangkan stress.

Related Post

3. Bermain Dengan Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan juga bisa menjadi teman ketika kamu saat merasa kesepian.

Gangguan psikologis seperti stres bisa saja terjadi karena rasa sepi yang dialami. Sehingga memelihara hewan mampu mencegahmu mengalami stres.

Kelucuan dan  tingkah laku hewan peliharaan bisa menjadi hiburan tersendiri.

Bermain dan berbicara dengan hewan peliharaan bisa membuatmu merasa lebih tenang, bahagia dan tidak stres.

Hal ini terjadi karena dipicu oleh penurunan hormon kortisol dan peningkatan serotonin dalam tubuh.

4. Menghadapi Dan Menyelesaikan Masalah

Terkadang kita sering meremehkan hal-hal kecil yang sebenarnya dapat mengganggu kita.

Atau bahkan tidak menyadari bahwa itu sebenarnya adalah sesuatu yang dapat menghalangi rencana dan tujuan.

Menolak gangguan yang menyenangkan itu sulit, menahan dorongan untuk menunda-nunda dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah juga sulit.

Jadi kamu harus berusaha untuk tidak menyerah.

Berjuanglah untuk menyelesaikan apa yang seharusnya memang kamu selesaikan.

5. Tetap Bersosialisasi

Kamu akan lebih sulit untuk mengelola tekanan psikologis jika berada pada kondisi kesepian.

Sebagai salah satu cara menghilangkan stress, cobalah untuk memperluas pergaulan dan berbagi cerita dengan mereka.

Dibandingkan dengan orang-orang yang tidak bersosialisasi, orang dengan jaringan pertemanan yang luas tidak hanya memiliki harapan hidup yang lebih besar, tetapi juga memiliki risiko yang lebih sedikit terhadap banyak jenis penyakit.

6. Gaya Hidup Sehat

Cegah dan sembuhkanlah stres dengan gaya hidup sehat. Berolahraga secara teratur agar tubuh menjadi segar sehingga mampu mengelola stres dengan baik.

Saat berolahraga tubuh akan melepaskan hormon endorfin, yakni bahan kimia di otak yang membuat suasana hati menjadi lebih baik, senang, dan positif.

Selain itu,  kamu perlu makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Karena makanan-makanan sehat dapat memberikan energi dan membantu mencegah merasakan kondisi pusing serta rasa tertekan berkepanjangan.

7. Meminta Bantuan Tenaga Ahli Profesional

Terkadang orang yang tengah menghadapi kondisi stres malu untuk mengakui keadaanya.

Namun, jika perasaan stres yang menderamu mulai sulit dikelola dan sampai berdampak terhadap keseharian, kamu harus segera meminta bantuan tenaga profesional.

Mintalah saran dari dokter atau konselor untuk rekomendasi penanganan yang tepat.

Penutup

Stres memang sulit untuk dihindari. Itulah mengapa penting untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan stres dan mencari cara mengatasi stres menjadi sangat penting.

Karena bila stres dibiarkan berkepanjangan, dapat menimbulkan masalah pada kesehatan, produktifitas dan kehidupan sosial.

Ratih Muliasari: