5 Cara Mengendalikan Emosi Di Dalam Diri

Dilansir dari wikipedia, emosi merupakan perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu.

Perasaan intens di sini bisa berupa senang, gembira, terharu, sedih, marah, dan lain – lain.

Bisa disimpulkan bahwa emosi tidak sama dengan marah. Karena marah hanya merupakan salah satu bentuk emosi.

Setiap orang pasti memiliki emosi. Baik itu yang bersifat positif maupun negatif.

Jika dikelola dengan baik, emosi bisa memberikan dampak positif bagi seseorang.

Sebaliknya, jika kurang bijak dalam pengelolaannya, emosi juga bisa berdampak negatif terhadap seseorang.

Di artikel kali ini, epsikologi akan menjelaskan tentang bagaimana cara mengendalikan emosi pada diri sendiri.

Kalau kamu ingin mengetahuinya lebih lanjut, baca penjelasan selengkapnya berikut ini!

5 Cara Mengendalikan Emosi Pada Diri Sendiri

1. Mengenal Dan Menerima

Cara mengendalikan emosi yang pertama adalah dengan mengenal dan menerima emosi yang kamu miliki.

Caranya:

Kamu bisa meluangkan waktu untuk berdialog dengan diri sendiri, atau bisa juga bertanya kepada orang – orang terdekatmu. Baik itu keluarga maupun teman dekat.

Cara lainnya dan sekaligus yang paling ideal adalah meminta bantuan dari tenaga ahli.

Setelah berhasil mengenal emosi yang kamu miliki, kamu akan relatif lebih mudah untuk mengendalikannya.

Selain itu kamu juga bisa mengidentifikasi terkait emosi apa saja yang sebaiknya kamu terima dan minimalkan.

Mengapa tidak meminimalkan semua emosi yang dimiliki?

Karena pada dasarnya, emosi adalah hal natural yang dimiliki oleh setiap orang. Sepanjang emosi tersebut tidak berdampak buruk bagi dirimu, kamu tidak perlu membuangnya.

2. Mengalihkan Fokus Ke Hal Positif

Cara berikutnya adalah dengan mengalihkan fokus kepada hal – hal yang positif.

Supaya lebih mudah dalam memahaminya, perhatikan contoh berikut ini:

Kamu merasa sedih karena belum bisa memberikan kontribusi yang optimal bagi perusahaan tempatmu bekerja.

Sebenarnya hal (emosi) ini sangat wajar. Bahkan sangat baik. Karena ini menandakan bahwa kamu bertanggung jawab dengan pekerjaanmu.

Tapi ketimbang menghabiskan banyak waktu untuk terus bersedih, kamu lebih baik fokus pada kelebihan yang kamu miliki, dan berupaya mengoptimalkannya.

Ringkasnya, kamu sebaiknya mengalihkan fokus dari semua hal yang bersifat negatif menuju hal – hal yang bersifat positif.

3. Mengenal Kondisi Di Sekitar

Salah satu faktor penyebab munculnya emosi adalah kondisi yang ada di sekitarmu. Baik itu ketika kamu berada di rumah, kantor, atau ruang publik lainnya.

Contoh 1:

Kamu sering merasa terharu ketika menonton success story para atlet yang merintis kariernya dari nol, dan sekarang tinggal memetik buahnya.

Related Post

Contoh 2:

Kamu akan sangat marah ketika melihat kondisi rumah yang berantakan.

Nah, dengan mengenal beberapa kondisi yang bisa memunculkan emosimu, kamu akan lebih mudah untuk mengantisipasinya.

Lebih jauh lagi, kamu bisa menentukan kondisi mana yang sebaiknya dihindari dan dibiarkan.

Dari ke – 2 contoh di atas, kamu pastinya akan menghindari kondisi nomor 2. Sedangkan kondisi nomor 1 masih tergolong sangat wajar.

4. Mengendalikan Response

Seperti yang sudah kami singgung di awal artikel ini, setiap orang (termasuk kamu) pasti memiliki emosi.

Kamu tidak bisa menghilangkannya begitu saja. Tapi kamu bisa berusaha mengendalikannya melalui response atau tanggapanmu.

Contoh:

Ketika kamu sedang marah terhadap sesuatu dan ingin segera bereaksi, kamu harus berusaha terlebih dahulu untuk menenangkan diri.

Salah satu caranya adalah dengan menarik nafas dalam – dalam dan kemudian mengeluarkannya. Lakukan cara ini untuk beberapa saat.

Cara di atas akan membantumu untuk berpikir lebih jernih. Sehingga kalaupun kamu ingin tetap bereaksi, kamu akan memberikan reaksi yang positif.

Pada intinya, jangan sampai reaksimu justru membuat kondisi menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

5. Menggunakan Jasa Konseling

Cara mengendalikan emosi yang terakhir adalah dengan menggunakan jasa konseling. Yakni ke orang – orang yang memang ahli menangani masalah emosi. Seperti psikolog.

Ini adalah cara terbaik untuk mengendalikan emosi. Karena seperti kata pepatah: serahkan segala urusan pada ahlinya.

Kabar baiknya, di sera serba digital seperti sekarang ini, kamu bisa menggunakan jasa konseling secara online.

Hal ini tentunya akan sangat memudahkanmu. Khususnya jika di lokasimu belum terdapat jasa konseling.

Penutup

Setelah menggunakan semua cara mengendalikan emosi di atas, kamu juga bisa melakukan self healing atau penyembuhan diri.

Anis Bachtiar, dalam jurnalnya yang berjudul Self – Healing Sebagai Metode Pengendalian Emosi, menyimpulkan bahwa self healing bisa membantu individu dalam mengelola emosinya.

Beberapa contoh self healing adalah:

  • Melakukan me time.
  • Memaafkan diri sendiri.
  • Melakukan aktivitas positif.
  • Berbicara (hal baik) pada diri sendiri.

Selain self healing, kamu sebaiknya juga berolahraga secara rutin.

Karena olahraga bisa membantumu mengalihkan pikiran ke hal – hal yang positif, serta membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Terkait jenis olahraga yang dipilih, kamu bisa melakukan olahraga ringan seperti joging selama 15 – 30 menit setiap hari.

Terakhir, kamu harus memahami bahwa mengendalikan emosi ke arah yang lebih baik tidak bisa dilakukan secara instan.

Kamu membutuhkan waktu dan mungkin akan menghadapi banyak tantangan.

Jadi kalau kamu bersungguh – sungguh ingin mengendalikan emosi, kamu harus terus berlatih.

Sampai kapan? Sampai kamu merasa bahwa emosimu sudah bisa terkendali dengan baik!

Ratih Muliasari: