7 Cara Mengatasi Impostor Syndrome Dan Menyikapinya

Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara mengatasi impostor syndrome, kami akan menjelaskan terlebih dahulu terkait definisinya.

Apa itu impostor syndrome?

Katherine Hawley, dalam jurnalnya yang berjudul What Is Impostor Syndrome, mengatakan bahwa impostor syndrome merupakan kondisi seseorang yang merasa tidak pantas dengan kesuksesannya.

Orang yang mengalami kondisi ini biasanya tidak yakin dengan kemampuannya. Ia merasa bahwa pencapaiannya hanya merupakan kebetulan atau keberuntungan semata.

Kalau kamu termasuk orang yang mengalami impostor syndrome, kamu harus segera berbenah.

Karena kalau dibiarkan, kondisi ini cukup berbahaya.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Baca artikel berikut ini sampai tuntas.

Karena di sini epsikologi akan membahas tentang cara mengatasi impostor syndrome dengan bijaksana.

7 Cara Mengatasi Impostor Syndrome Dengan Bijaksana

1. Mengetahui Kelebihan Yang Dimiliki

Cara mengatasi impostor syndrome yang pertama adalah mengetahui kelebihan yang kamu miliki. Hal ini akan membuatmu yakin bahwa kamu memang memiliki kemampuan.

Ketika kamu berhasil meraih prestasi atau pencapaian tertentu, kamu akan bisa menerima bahwa hal tersebut memang pantas untukmu.

Sekarang, bagaimana cara mengetahui kelebihan diri sendiri? Ada 2 cara:

  1. Bertanya kepada diri sendiri.
  2. Bertanya kepada keluarga atau teman dekat.

Kalau memungkinkan, gunakanlah cara yang pertama. Karena kamu adalah orang yang paling mengenal dirimu sendiri.

Tapi kalau belum memungkinkan, kamu juga bisa menggunakan cara yang kedua.

2. Berusaha Menikmati Pencapaian Pribadi

Seperti yang sudah kami bahas di atas, impostor syndrome merupakan kondisi seseorang yang merasa tidak yakin dengan kemampuannya sendiri.

Solusi untuk mengatasinya, kamu harus berusaha menikmati hal – hal yang sudah berhasil kamu raih.

Maksud kata menikmati di sini termasuk menerima pujian dan apresiasi dari orang lain.

Tapi yang harus diingat, jangan sampai pujian dan apresiasi tersebut justru membuatmu menjadi sombong.

Jadikanlah ia sebagai bahan bakar agar kamu menjadi lebih baik lagi.

3. Curhat Dengan Orang Terdekat

Kamu pasti memiliki orang terdekat yang sering diajak untuk berbagi cerita. Baik itu keluarga maupun teman dekat.

Pada intinya, mereka adalah orang – orang yang selalu ada untukmu, khususnya ketika kamu sedang memiliki masalah seperti impostor syndrome.

Nah, untuk meringankan beban dan pikiranmu, kamu juga bisa curhat dengan mereka.

Meskipun belum tentu akan mendapatkan solusi, paling tidak kamu akan merasa lebih lega karena sudah berbagi cerita dengan orang terdekatmu.

Tapi yang namanya orang terdekat, mereka biasanya akan berupaya mencari solusi dari permasalahanmu.

Related Post

4. Menghindari Menjadi Perfeksionis

Cara mengatasi impostor syndrome yang berikutnya adalah menghindari untuk menjadi perfeksionis, yakni orang yang ingin agar semuanya menjadi sempurna.

Alasannya:

Salah satu ciri – ciri orang yang mengalami impostor syndrome adalah, mereka cenderung memiliki target tinggi. Hampir sama dengan perfeksionis.

Jika disikapi dengan bijaksana, hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah.

Tapi sayangnya, mereka akan merasa sangat bersalah jika tidak berhasil mencapai targetnya tersebut, dan menganggap dirinya tidak mengalami kemampuan.

Inilah cikal bakal munculnya impostor syndrome.

Mulai sekarang, kamu harus memiliki target yang lebih realistis. Pastikan bahwa kemampuanmu memang memungkinkan untuk mencapai target.

Dan yang terpenting, kalaupun kamu belum berhasil mencapainya, belajarlah untuk menerima kegagalan dan segera tingkatkan kapabilitas diri.

5. Tidak Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Salah satu penyebab mengapa kamu tidak bisa menikmati pencapaianmu adalah, kamu terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.

Kamu melihat pencapaian orang lain yang lebih tinggi darimu, sehingga beranggapan bahwa pencapaianmu adalah sesuatu yang biasa – biasa saja.

Kalau kamu ingin segera mengatasi impostor syndrome, kamu harus berhenti membandingkan diri dengan orang lain.

Karena setiap orang memiliki cerita dan jalan hidup yang berbeda – beda. Apa yang kamu lihat sekarang ini adalah buah dari kerja kerasnya di masa lalu.

Jadi sangat tidak adil jika membandingkan diri dengannya.

Kalaupun harus melakukan perbandingan, bandingkanlah dirimu yang dulu dengan yang sekarang.

6. Menghargai Diri Sendiri

Kamu mungkin sering mendengar pendapat orang lain yang mengatakan bahwa mereka jauh lebih baik ketimbang dirimu.

Kalau kamu mengalami situasi seperti ini, jangan membiarkannya begitu saja. Karena hal ini bisa berdampak negatif bagi kehidupanmu.

Kamu akan dibuat lebih fokus pada kelebihan orang lain, dan mengabaikan kelebihanmu sendiri. Padahal setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.

Mulai saat ini, sebelum berharap orang lain menghargai dirimu, kamulah yang harus terlebih dahulu menghargai dirimu sendiri.

7. Melawan Semua Pikiran Negatif

Cara mengatasi impostor syndrome yang terakhir adalah, langsung melawan semua pikiran negatif yang ada di dalam benakmu.

Ketika pikiran tersebut muncul, lawan ia dengan pikiran positif.

Salah satu caranya bisa dengan melakukan positive self talk, yakni berdialog dengan diri sendiri dan mengatakan hal – hal yang baik.

Penutup

Pada intinya, kamu harus memiliki kemampuan untuk mengontrol pikiranmu dengan baik. Upayakan agar yang ada di dalam benakmu adalah pikiran – pikiran yang positif saja.

Kalau berhasil melakukannya, kamu sudah selangkah lebih maju untuk terhindar dari imposter syndrome.

Kalaupun orang – orang memberikan anggapan buruk terhadapmu, semuanya akan langsung dikalahkan oleh pikiran positifmu.

Ratih Muliasari: